Tuesday, January 29, 2013

Review Kuliner Bali : Melting Wok Ubud

Melting Wok Warung

Selama bulanan merajai Tripadvisor, Melting Wok benar menyuguhkan makanan dengan cita rasa yang unik juga enak. 

Pemilik warung yang berkebangsaan Perancis menyapa dengan tulus ketika kami tiba. Dengan muka kecewa, Ms. Geraldine berkata bahwa hanya tersisa satu meja kosong yang telah di booked oleh seorang perempuan bernama lucy. Namun ia menyarankan kami untuk menunggu kalau mau. Untungnya, nggak sampai sepuluh menit, kami bisa duduk manis di tempat strategis. Dan sesuai rekomendasi mbak Putu, pilihan jatuh pada menu special today : yakni nasi ayam goreng dengan sambal super duper pedas, mie daging dengan santan, crepe coco, dan chocolate fondue. Semuanya enak, apalagi crepe coco yang kalau punya lambung cadangan, tentu saya akan order lagi. 

Beef Coco Noodle Special
Special Today
Fondue
Crepe Coco, heaven !!!

Makan malam berjalan sempurna sampai rombongan bule di meja lain dengan setengah berteriak menunjuk-nunjuk bayangan sebuah, ehm, seekor tikus gemuk dari sebuah ruangan. Panik, Ms. Geraldine kembali menyambangi meja kami dan tentunya meja bule-bule tadi, kemudian make sure kalau ruangan itu bukan bagian dari restauran apalagi pantry Melting Wok. “kami cuma ngontrak bagian ini aja (tempat tamu) mbak, sama dapur, yang itu punya restoran sebelah” mbak Putu turut mengingatkan walau kita nggak minta. Kepanikan yang bercampur emosi terlihat dari kata-kata Ms. Geraldine setelahnya, “my pantry is clean !!” dan kami yang sedikit kaget hanya bisa tersenyum tipis berharap air muka kami nggak ketauan. Gimana pun itu, kalau di SOP kan, mestinya tempat usaha apalagi yang mengutamakan higeinitas harus anti hal-hal seperti itu. Nggak cuma pamor yang akan hilang, kredibilitas dan pelanggan-pun akan menyusul setelahnya.

Awalanya, penampakan sosok ‘menggelikan’ itu hendak saya foto, namun karena budaya ketimuran saya yang masih sadar santun, niat tersebut saya urungkan, takut malah jadi penyalahgunaan karena saya percaya itu memang bukan bagian dari restoran Melting Wok. Takutnya lagi, ketika (barang bukti) saya unggah ke dunia maya, pihak kompetitor atau yang nggak suka dengan Melting Wok menjadikan kejadian ini sebagai senjata. Saran yang terbaik, menutup jendela (restoran sebelah) yang terlihat sangat jelas dari restoran Melting Wok agar kejadian yang harusnya bukan merupakan tanggung jawab resto ini dapat dihindari. Yah, namanya juga bisnis, toh ? Bisnis, layaknya kehidupan, seperti roda. Tidak mungkin melulu diatas, karena senantiasa berputar.

Top’s :
+ Urutan tempat makan terpopuler #1 rekomendasi Tripadvisor.
+ Ms. Geraldine, (owner) yang sangat ramah tidak hanya pada pengunjung asing namun pengunjung dalam negeri macam kita-kita ini. Bu boss Melting Wok itu ‘nggak sungkan untuk menyapa dan ngobrol asik dengan mendatangi masing-masing meja kita.
+ Crepe Coco, yang sampai saat ini masih ter-ngiang-ngiang di memori saya.
+ Keramahan dan penguasaan materi hidangan (hahaha, semacam kuliah saja) para pelayan.

Drop’s :
Keramahan pelayanan langsung berubah ketika saya mendengar mereka berteriak (ya, berteriak!) kepada tamu-tamu bule yang sudah selesai makan : thank youuu mister, miss, and FOR THE TIPS, FOR THE TIPSSSS ... (secara sengaja dan kencang, agar kami memberi tip)

Tips :
Reservasi dulu sebelum datang jika anda nggak mau nunggu memble di jalanan karena meja mereka selalu penuh.

Price :
Menu Special Today IDR 48.000
Beef Coco Noodle Special IDR 35.000
Lemon Grass Ice Tea IDR 11.000
Gin Tonic IDR 50.000
Mineral Water IDR 7.000
Crepe Coco IDR 24.000
Fondue IDR 24.000
No tax

Address :
13 Jl. Gootama, Ubud, Bali, Indonesia; (082 153 666 087); phil.go@hotmail.fr



1 comment:

budayakan komentar yang berbudaya